Pengelompokkan jenis sistem koloid didasarkan pada wujud fase terdispersi dan medium pendispersi. Zat yang jumlahnya sedikit disebut fase terdispersi, sedangkan zat yang jumlahnya banyak disebut medium pendispersi.

Sumber: https://www.ruangguru.com/

Sistem koloid berdasarkan fase terdispersinya dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu sol (fase terdispersi berupa zat padat), emulsi (fase terdispersi berupa zat cair), dan buih (fase terdispersi berupa gas). Kemudian sol, emulsi dan buih dikelompokkan lagi berdasarkan medium pendispersinya yaitu :    

  • Sol : sol padat, sol, dan sol gas (aerosol padat).
  • Emulsi : emulsi padat, emulsi, dan emulsi gas (aerosol cair).
  • Buih : buih padat dan buih cair (buih) (Purba, 2012)

1.    Sol

Sol merupakan sistem koloid yang fase terdispersinya berupa zat padat yang didispersikan dalam padatan, cairan atau gas. Sol dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan medium pendispersinya yaitu:

-    Sol Padat adalah memiliki fase terdispersi padat dalam medium pendispersi yang padat. Contohnya adalah mutiara, kaca berwarna, dan intan hitam.


-   Sol cair adalah jenis koloid dengan fase terdispersi padat dalam medium pendispersi cair.  Contohnya adalah cat, selai, dan pasta gigi.




-   Aerosol Padat adalah jenis koloid dengan fase terdispersi padat dalam medium pendispersi gas. Contohnya adalah debu dan asap kendaraan. Asap kendaraan mengandung padatan berupa timbal, karbon, karbon monoksida, dan lain sebagainya yang merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari mesin. Makanya, ketika kamu melewati kendaraan bermotor yang mengeluarkan asap, kadang kamu akan merasakan kelilipan karena adanya padatan (fase terdispersi) di dalam asap (medium pendispersi). 



 

2.    Emulsi

Emulsi merupakan sistem koloid yang fase terdispersinya berupa zat cair yang didispersikan dalam padatan, cairan atau gas. Emulsi dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan medium pendispersinya, yaitu;

-     Emulsi Padat adalah jenis koloid dengan fase terdispersinya berupa zat cair dalam medium pendispersinya berupa zat padat. Contohnya adalah keju, mentega, dan agar-agar. Agar-agar terbuat dari air (fase terdispersi) yang dicampur dengan bubuk agar-agar (medium pendispersi). Pada saat bubuk agar-agar dipanaskan dalam air, serat dari agar-agar akan bergerak bebas. Saat proses pendinginan, serat tersebut akan saling merapat dan memadat. Jadi, pada agar-agar itu, partikel-partikel air terdispersi atau tersebar dalam partikel agar-agar.



-  Emulsi cair adalah jenis koloid dengan fase terdispersinya berupa zat cair dalam medium pendispersinya berupa cair. Emulsi biasanya tersusun oleh cairan dengan kepolaran senyawa yang berbeda, sehingga tidak saling bercampur. Contohnya adalah santan, susu, dan mayones. Emulsi pada campuran susu dan air itu terjadi ketika partikel air terdispersi atau tersebar dalam partikel-partikel susu. Hal ini terjadi karena partikel air dan susu ini punya level kepolaran yang beda, maka kedua zat ini tidak bisa bercampur dengan sempurna, sehingga susu itu termasuk koloid, bukan larutan.


-      Aerosol cair adalah jenis koloid dengan  fase terdispersi berupa cairan dan medium pendispersi berupa gas. Contohnya adalah awan, kabut, dan parfum.


3.    Buih

Buih merupakan sistem koloid yang fase terdispersinya berupa gas yang didispersikan dalam padatan atau cairan. Buih hanya dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu;

-    Buih padat adalah jenis koloid dengan fase terdispersi berupa gas dalam medium pendispersi padatan, atau bisa disebut juga gas yang terdispersi di dalam padatan. Contohnya adalah spons. Jika dilihat, spons itu merupakan sebuah padatan, tetapi ketika di pencet ternyata isinya udara. Itu tandanya, partikel-partikel udara atau gasnya tersebar dalam medium padat.


Spons

-  Buih adalah jenis koloid dengan fase terdispersi berupa gas dalam medium pendispersi cair, atau bisa disebut juga gas yang terdispersi di dalam cairan. Contohnya adalah buih sabun, karena adanya udara (fase terdispersi) yang terjebak di dalam larutan sabun (medium pendispersi). Hal ini terjadi karena molekul sabun yang saling tarik menarik membentuk jaring atau lapisan yang dapat menjebak udara, sehingga membentuk gelembung-gelembung bening berisi udara.


Buih Sabun

Secara keseluruhan jenis-jenis koloid dirangkum dalam tabel berikut;


(Purba, 2012)

 


Klik! "Sifat-Sifat Koloid" untuk Lanjut ke Materi Berikutnya:

Sifat-Sifat Koloid



REFERENSI:

Gambar Koloid. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/sifat-koloid-dan-cara-pembuatannya

Purba, Michael., & Sunardi. (2012). Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Erlangga